Cara Melakukan Print Hijab Dengan Benar

Amorepead 0
Cara Melakukan Print Hijab Dengan Benar

Ingin tahu cara melakukan print hijab dengan benar? Ya, untuk Anda yang ingin berbisnis print hijab atau sekadar ingin memiliki hijab dengan desain karya sendiri, Anda perlu mengetahui cara melakukan print hijab dengan benar.

Mudah kok! Jadi, siapa pun bisa melakukan print hijab. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini.

  1. Membuat Desain

Langkah pertama, Anda harus membuat desain atau motif hijab yang menarik. Biasanya, desainer hijab printing memanfaatkan software Corel atau Adobe Ilustrator. Jika Anda memiliki software lain yang dapat digunakan untuk membuat desain hijab, Anda pun boleh menggunakannya.

Perlu diketahui, pada umumnya, hijab printing memiliki ukuran 110 cm x 110 cm, 115 x 115 cm dan 145 x 145 cm untuk dewasa. Sementara untuk anak berukuran 90 cm x 90 cm dan 105 cm x 105 cm.

Jika Anda kesulitan menentukan desain yang menarik, Anda dapat melihat banyak referensi hijab kekinian di internet maupun media sosial seperti Instagram dan Facebook. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berbeda dari yang lain, Anda harus menerapkan ‘teori ATM’, yakni Amati, Tiru dan Modifikasi.

  1. Tentukan Kain

Setelah membuat desain menarik, saatnya Anda berbelanja kain. Cari kain yang cocok digunakan untuk pembuatan hijab printing. Biasanya, kain yang digunakan di antaranya kain voal, satin hermes, satin velvet, chiffon, silk satin dan lainnya.

Perlu diketahui, kain voal saat ini tengah diburu banyak orang untuk bahan pembuatan hijab printing. Jenis kain ini memang terkenal adem dan tidak perlu disetrika.

  1. Proses Print Hijab

Anda perlu memiliki mesin printer digital tekstil khusus untuk melakukan print hijab. Selain tinta print, Anda juga perlu memiliki transfer paper (kertas transfer).

Nah, caranya desain yang sudah Anda buat di-print ke transfer paper terlebih dahulu. Kemudian, desain yang melekat di transfer paper di-press ke kain hijab dengan menggunakan mesin heatpress.

Perlu diingat, pada tahap ini, Anda harus melakukannya dengan teliti. Sebab, sangat mungkin hasil print-nya cacat karena Anda kurang teliti. Misalnya, hasil print melengkung pada bagian tepi kain, ada bagian yang terlipat, warna berbayang-bayang dan lainnya.

Kemudian, perlu diingat pula, setiap kain memiliki karakter yang berbeda. Sehingga, hasil cetakannya pun berbeda. Oleh karena itu, sekali lagi, pilih kain yang cocok untuk pembuatan hijab printing.

  1. Jahit Tepi

Langkah terakhir adalah melakukan penjahitan pada tepi hijab. Tujuannya agar hijab tampak lebih rapi. Caranya, lipat tepi kain, kemudian jahit dengan rapi. Selesai!

Itulah cara melakukan print hijab dengan benar. Semoga dapat membantu Anda yang ingin membuka bisnis hijab printing atau sekadar ingin memiliki hijab dengan desain karya sendiri. Selamat mencoba!