Ini Dia Olahan Sabut Kelapa

Amorepead 0

Kelapa tua yang sudah menjadi limbah itu masih bisa di manfaatkan lho. Dengan mengolah sabut kelapa menjadi barang yang berguna dan fungsional. Ini dia olahan sabut kelapa yang bisa membuka peluang bisnis dan usaha. Yuk kita simak bersama!

Beberapa Olahan Sabut Kelapa

1. Serat Sabut (Cocofibre)

Salah satu hasil olahan sabut kelapa yang paling sering dan banyak digunakan ini adalah serat sabut, atau kalau dalam perdagangan internasional bisa disebut sebagai Cocofiber, Coir fiber, Coir yarn, Coir mats, dan rugs. Mungkin banyak dari kita yang sudah tau, pemanfaatan serat sabut ini sebetulnya sudah sering kita lihat dan kita gunakan sehari-hari, apa contohnya? Ya gampang, contohnya itu sebagai bahan pembuat sapu, keset, tali, dan peralatan rumah tangga yang lainnya. Hal ini biasanya menggunakan mesin khusus juga lho.

Saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi, sifat fisika-kimia seratnya, dan kesadaran masyarakat untuk mau balik lagi ke bahan alami, membuat sabut kelapa ini dimanfaatkan ke produk-produk olahan yang lainnya, seperti bahan baku industri karpet, jok dan dashboard kendaraan, kasur, bantal, dan juga hardboard. Selain itu, sabut kelapa ini di beberapa tempat juga dimanfaatkan untuk pengendalian erosi. Serat sabut kelapa juga bisa diproses untuk dijadikan Coir Fiber Sheet yang biasanya digunakan untuk lapisan kursi mobil, spring bed, dan lain-lain.

2. Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat)

Salah satu hasil olahan sabut kelapa yang selanjutnya itu adalah serbuk sabut kelapa atau cocopeat. Nah cocopeat ini adalah hasil dari olahan selimut atau kulit kelapa yang punya material penting yang berdaya guna tinggi. Bagi yang belum tau, cocopeat itu merupakan sabut kelapa yang diolah menjadi butiran-butiran gabusm biasa disebut juga dengan Cocopith atau Coir pith, ya intinya sama saja.

Cocopeat ini biasa digunakan sebagai media tanam pengganti tanah, karena kandungan unsur haranya yang tinggi membuat cocopeat ini sangat baik untuk pertumbuhan tanaman holtikultura dan media rumah kaca. Gak cuma itu, cocopeat ini bisa menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk, serta bisa menetralkan keasaman tanah.

3. Serbuk Sabut Padat (Cocopeat brick)

Mungki yang satu ini agak kedengaran asing bagi kita. Jadi, Cocopeat brick ini adalah ‘pith’ atau empulur yang dipadatkan dengan ukuran yang mudah digunakan untuk rumah kaca, tanaman pot lapangan golf, lansekap dan juga untuk mengendalikan erosi. Cocopeat brick ini selain ramah lingkungan juga telah diuji secara luas sebagai media pertumbuhan tanaman.

4. Cocomesh

Cocomesh ini adalah jaring yang dibuat dari sabut kelapa. Biasanya sih dibuat seukuran seperti net bola volly atau juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan lahan. Terus apa manfaatnya dari cocomesh ini? Oke, jadi penggunaan Cocomesh ini terbukti efektif dalam mencegah longsor ataupun banjir.

Cocomesh juga bisa berfungsi sebagai media tumbuh tanaman seperti Cocopeat dan cocok banget untuk reklamasi bekas tambang atau pantai. Dengan mematok ujung-ujungnya, cocomesh kita hamparkan dalam lahan bekas galian tambang. pemasangannnya disesuaikan dengan struktur tanah, bisa miring atau datar.

5. Cocopot (Pot Sabut Kelapa)

Dengar dari namanya aja pasti kita sudah bisa bayangin kan, tapi memang benar, Cocopot itu dijadikan sebagai media tumbuh tanaman yang khusus dipakai oleh pertambangan untuk reklamasi bekas galian tambang. Cocopot (pot dari sabut kelapa) ini berfungsi sebagai media tumbuh tanaman yang cocok banget untuk tanaman dalam pot, minus unsur hara, bahkan rekomendasi untuk reklamasi bekas tambang.

Sabut kelapa yang dibentuk menjadi pot ini punyai nilai artistik tersendiri serta ramah lingkungan karena bisa berfungsi sebagai hara ketika sudah habis masa pakainya. Pot yang dibuat dari sabut kelapa menyerap air jadi airnya bisa lebih merata disekeliling tanaman dan juga bisa memberikan keleluasaan akar tumbuh kesegala arah, makanya tanamannya itu jadi lebih sehat.

6. Cocosheet (Lembaran Serat Sabut)

Aplikasi Serat sabut kelapa yang di buat dalam bentuk lembaran atau lebih dikenal dengan Cocosheet, menurut beberapa penelitian, terbukti mampu mereduksi suara dan menyerap bising terutama pada frekuensi tinggi (2000 hz).

Penggunaan cocosheet ini bisa menyaingi penggunaan glasswool. Keunggulan lain dari cocosheet adalah dia lebih murah. Cocosheet yang direkomendasikan adalah dengan ketebalan 70 mm. Cocosheet merupakan bahan yang digunakan untuk pembuatan cocopot.

7. Coconut Fiber-Cement Board (CFCB)

Sabut kelapa juga bisa diolah menjadi papan serat (fiber board) dari jenis MDF (Medium Density Board). Keunggulan Coco Fiber Board antara lain mutu dan kekuatannya gak kalah dari MDF komersial, gak perlu bahan perekat kimiawi jadi ya benar-benar ramah lingkungan, daya serap airnya juga lebih rendah dibanding MDF komersial dan lebih ekonomis karena dikembangkan dengan teknologi sederhana.

8. Coconut Fiber Board (CFB)

Coconut Fiber Board dibuat dari 100% sabut kelapa dan pengikat. Papan ini gak mengandung bahan semen seperti pada Coconut Fiber Cement Board. Papan ini sangat potensial juga untuk bisa kita gunakan sebagai panel dinding, partisi pemisah (devider), furnitur dan lain-lain.

9. Cococoir

Cococoir adalah salah satu hasil dari penguraian sabut kelapa yang bisa menghasilkan produk seperti tikar cocomulsa, yang sangat efektif menghalangi gulma yang akan menghambat pertumbuhan tanaman. Karena gulma ini akan memakan unsur hara yang dibutuhkan oleh pohon pada saat pertumbuhan.

Keuntungan pemakaian cocomulsa ini antara lain bisa menjaga kelembaban tanah karena bisa mengurangi penguapan air tanah, mencegah siput mendekat pohon, bertahan lebih lama, sekitar 3 tahun serta menambah nilai ekonomis jika dibandingkan menggunakan mulsa dari plastik yang bertahan hanya 2 kali pakai.

 

Nah, ini dia olahan sabut kelapa. Bagaimana? apakah kalian tertarik untuk membuat olahan dari sabut kelapa? sudah siap membuka peluang bisnis sabut kelapa? semangat ya. Demikian sedikit pembahasan ini semoga dapat menambah wawasan dan ilmu kalian semua. Sekian Terima Kasih